Pages

Senin, 21 November 2011

Sampah adalah Kotoran Bumi

Pengertian Sampah


Sampah adalah semua material yang dibuang dari kegiatan rumah tangga, perdagangan, industri dan kegiatan pertanian. Sampah yang berasal dari kegiatan rumah tangga dan tempat perdagangan dikenal dengan limbah municipal yang tidak berbahaya (non hazardous). 
Soewedo   (1983) menyatakan bahwa sampah adalah bagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan manusia (termasuk kegiatan industri), tetapi bukan yang biologis.
Jenis Sampah
Berdasarkan komposisinya, sampah dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.    Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos;
2.    Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya.  Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton;
Di negara-negara berkembang komposisi sampah terbanyak adalah sampah organik, sebesar 60 – 70%, dan sampah anorganik sebesar ± 30%.
Ancaman Bagi Kawasan Wisata Alam
Dampak negatif yang ditimbulkan dari sampah yang tidak dikelola dengan baik adalah sebagai berikut:
a.    Gangguan Kesehatan:
·   Timbulan sampah dapat menjadi tempat pembiakan lalat yang dapat mendorong penularan infeksi;
·   Timbulan sampah dapat menimbulkan penyakit yang terkait dengan tikus;
b.    Menurunnya kualitas lingkungan
c.    Menurunnya estetika lingkungan
Timbulan sampah yang bau, kotor dan berserakan akan menjadikan lingkungan tidak indah untuk dipandang mata;
d.    Terhambatnya pembangunan negara
Dengan menurunnya kualitas dan estetika lingkungan, mengakibatkan pengunjung atau wisatawan enggan untuk mengunjungi daerah wisata tersebut karena merasa tidak nyaman, dan daerah wisata tersebut menjadi tidak menarik untuk dikunjungi. Akibatnya jumlah kunjungan wisatawan menurun, yang berarti devisa negara juga menurun. 
Pengelolaan Sampah
Agar pengelolaan sampah berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan, maka setiap kegiatan pengelolaan sampah harus mengikuti filosofi pengelolaan sampah. Filosofi pengelolaan sampah adalah bahwa semakin sedikit dan semakin dekat sampah dikelola dari sumbernya, maka pengelolaannya akan menjadi lebih mudah dan baik, serta lingkungan yang terkena dampak juga semakin sedikit.
Tahapan Pengelolaan sampah yang dapat dilakukan di kawasan wisata alam adalah:
a.    Pencegahan dan Pengurangan Sampah dari Sumbernya
Kegiatan ini dimulai dengan kegiatan pemilahan atau pemisahan sampah organik dan anorganik dengan menyediakan tempat sampah organik dan anorganik  disetiap kawasan yang sering dikunjungi wisatawan.  
b.    Pemanfaatan Kembali
Kegiatan pemanfaatan sampah kembali, terdiri atas : 
  1. Pemanfaatan sampah organik, seperti composting (pengomposan).  Sampah yang mudah membusuk dapat diubah menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan untuk melestarikan fungsi kawasan wisata. Berdasarkan hasil, penelitian diketahui bahwa dengan melakukan kegiatan composting sampah organik yang komposisinya mencapai 70%, dapat direduksi hingga mencapai 25%. 
  2. Pemanfaatan sampah anorganik, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pemanfaatan kembali secara langsung, misalnya pembuatan kerajinan yang berbahan baku dari barang bekas, atau kertas daur ulang.  Sedangkan pemanfaatan kembali secara tidak langsung, misalnya menjual barang bekas seperti kertas, plastik, kaleng, koran bekas, botol, gelas dan botol air minum dalam kemasan.
c.    Tempat Pembuangan Sampah Akhir
Sisa sampah yang tidak dapat dimanfaatkan secara ekonomis baik dari kegiatan composting maupun pemanfaatan sampah anorganik, jumlahnya mencapai ±  10%, harus dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA).  Di Indonesia, pengelolaan TPA menjadi tanggung jawab masing-masing Pemda.
Dengan pengelolaan sampah yang baik, sisa sampah akhir yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan lagi hanya sebesar ± 10%.  Kegiatan ini tentu saja akan menurunkan biaya pengangkutan sampah bagi pengelola kawasan wisata alam, mengurangi luasan kebutuhan tempat untuk lokasi TPS, serta memperkecil permasalahan sampah yang saat ini dihadapi oleh banyak pemerintah daerah.
Pengelolaan sampah yang dilakukan di kawasan wisata alam, akan memberikan banyak manfaat, diantaranya adalah:
a.    Menjaga keindahan, kebersihan dan estetika lingkungan kawasan sehingga menarik wisatawan untuk berkunjung;
b.    Tidak memerlukan TPS yang luas, sehingga pengelola wisata dapat mengoptimalkan penggunaan pemanfaatan kawasan;
c.    Mengurangi biaya angkut sampah ke TPS;
d.    Mengurangi beban Pemda dalam mengelola sampah.

Pantunku

Dunia ini dunia fana
Cinta kita pada dunia
Sayangilah bumi kita
Dengan hati yang mulia

Nenek nenek jualan sapu
Sapu dibawa dengan gerobak
Pohon kita hanya seribu
Jangan mencoba untuk dirusak

Senyum manis seperti gula
Gula itu gula jawa
Jangan buat bumi menjadi terluka
Karena lingkungan yang menjadi celaka

Baca koran sambil minum kopi
Enaknya sambil nonton televisi
Jangan merusak bumi ini
Semakin lama semakin menjadi jadi

Sulit mendapatka cinta sejati
Tapi itu hanyalah sebuah arti
Cinta kita pada bumi
Itulah arti cinta sejati

By : Ramlah Icha Vidani

Sabtu, 19 November 2011

Penghijauanku Penghijauanmu juga!

Penghijauan adalah berbagai macam upaya manusia untuk melindungi lingkungan dalam berbagai masalah. Apa yang kalian bayangkan ketika mendengar tentang penghijauan di hutan? Sebagian orang akan menjawab penghijauan hutan adalah pepohonan rindang dan lebat yang dipenuhi binatang binatang liar dan buas.Penghijauan dapat dilakukan di rumah,sekolah,gedung perusahaan,dll.Masalah lingkungan yang dapat diatasi dengan adanya penghijauan antara lain:
  1. Polusi udara yang merajalela 
  2. Limbah-limbah pabrik yang tidak  terkendali 
  3. Pemanasan global yang disebab- kan oleh aktivitas manusia yang tidak disadari  
  4. Menipisnya lapisan ozon   
  5. Penebangan hutan ilegal dll   
Apa aja ya liburan yang berhubungan dengan "penghijauan"? seperti  untuk mengurangi polusi dan ya....mencari pahala juga! Menurut pendapat saya, liburan yang seperti itu antara lain: 
  1. Diusahakan / dibisakan apabila berlibur sebaikanya menaiki sepeda,busway atau kereta api agar mengurangi polusi  
  2. Setiap pergi berlibur, sebaiknya membawa plastik kresek sendiri dari rumah karena kemungkingan di tempat liburan jarang ditemukan tempat sampah.  
  3. Membawa makanan / minuman dari rumah. 
  4. Sebaiknya pergi liburan di tempat yang memiliki pemandangan alam yang hijau dan segar.  
  5. Setelah ingin pulang dari tempat berlibur, sebaiknya mengajak orang yang bersama kita untuk membersihkan lingkungan tempat berlibur dengan hati yang ikhlas untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan mendapatkan pahala dari Allah SWT. “Ayo hijaukan bumi kita dengan penghijauan!!!” karena "kebersihan adalah sebagian dari iman".
Top of Form

 

Blogger news

Blogroll

About